Logo SantriDigital

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia yoy 5,61% dan Inflasi terkendali di 2,44%, jangan pesimis! Jangan nyinyir dan malah nyebar info ketakutan dan gak percaya dengan Pemerintah!

Khutbah Jumat
M
Mahmud Syaltout
8 Mei 2026 4 menit baca 2 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah, Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah mempertemukan kita kembali di hari yang penuh berkah ini. Hari Jumat, hari yang mulia, hari di mana pintu-pintu langit terbuka lebar, doa-doa dikabulkan, dan amalan-amalan dilipatgandakan pahalanya. Betapa beruntungnya kita, di tengah hiruk-pikuk dunia, masih diberi kesempatan untuk duduk di majelis ini, merenungi kebesaran Allah, dan memperbaharui niat untuk menjadi hamba-Nya yang taat. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah, Hari ini, telinga kita mungkin sering mendengar berbagai macam berita. Ada yang membuat hati gembira, tak jarang juga yang membuat kepala pening. Sama seperti cuaca yang kadang cerah membahana, kadang mendung kelabu menggantung. Nah, hari ini, mari kita coba melihat secercah cahaya di tengah kegelapan, sebuah kabar baik yang mungkin luput dari perhatian kita, atau bahkan kita abaikan karena lebih sibuk mengunyah 'gorengan' berita miring. Pemerintah kita baru saja mengumumkan data ekonomi yang, kalau dicerna dengan hati yang jernih, sungguh patut disyukuri. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,61% secara *year-on-year*. Angka ini, Saudaraku, ibarat nasihat orang tua, "Jangan sombong dulu, tapi jangan juga pesimis kemudian." Inflasi pun terkendali di angka 2,44%. Coba bayangkan, ini seperti saat kita sedang berdiet ketat, ternyata angka timbangan malah turun, hati jadi riang bukan kepalang! Namun, ironisnya, di saat angka-angka positif ini muncul, justru banyak di antara kita yang lebih getol menggemakan nada sumbang. Seolah-olah, kabar baik itu seperti mantan yang kembali mengajak balikan, banyak ragunya, banyak curiganya. Kita lebih suka mendengarkan bisikan para *haters* ekonomi, para komentator dadakan di jagat maya yang jagoannya cuma satu: mencela pemerintah tanpa solusi. Padahal, Saudaraku, dalam Al-Qur'an Allah berfirman: وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ "Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 216) Ayat ini bagaikan jurus pamungkas dari Sang Pencipta alam semesta. Mengapa kita harus pesimis dengan pertumbuhan ekonomi yang positif, padahal mungkin ini adalah awal dari kebangkitan yang lebih besar? Mengapa kita harus sibuk menyebar ketakutan, padahal Allah Maha Mengetahui yang terbaik untuk kita? Saudaraku, melihat kondisi ekonomi ini seperti melihat bibit pohon. Mungkin sekarang masih kecil, belum rindang, tapi akarnya terus menjalar, batangnya menguat. Kalau kita terus-terusan menggali akarnya setiap hari untuk melihat apakah sudah tumbuh atau belum, yang ada malah mati bibitnya! Alih-alih memberi pupuk dan menyiramnya, eh malah kita lempar pakai batu, bilang "Ah, lirik amat sih tumbuhnya!" Coba kita renungkan. Apa untungnya kita pesimis? Apa untungnya kita nyinyir? Apakah dengan kita terus menerus menjelek-jelekkan, tiba-tiba dompet kita terisi penuh? Atau tiba-tiba cicilan lunas seketika? Tentu tidak! Yang ada, hati kita yang semakin keruh, pikiran kita yang semakin kusut, dan energi positif kita terkuras habis hanya untuk mengeluh. Alih-alih membangun, justru kita sedang meruntuhkan semangat kebersamaan. Ingatlah, Saudaraku, dalam hadits qudsi, Allah SWT berfirman: "Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku." Hadits ini sangat menakjubkan! Jika kita berprasangka baik pada Allah, pada usaha pemerintah, pada diri sendiri, maka Allah akan mewujudkan prasangka baik itu. Tapi jika kita terus menerus berprasangka buruk, menyebar kegelisahan, menggerogoti kepercayaan, maka yang terjadi adalah sebaliknya. Ibarat kita menanam padi, eh malah kita sendiri yang mencabuti tunasnya sambil berkata, "Mana mungkin jadi padi ini!" Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah, Janganlah kita menjadi seperti lalat yang selalu mencari tempat yang busuk, mengabaikan keindahan bunga yang terhampar di depan mata. Marilah kita ubah perspektif kita. Mari kita berikan apresiasi pada setiap ikhtiar yang telah dilakukan. Mari kita dukung dengan doa dan kontribusi positif, sekecil apapun itu. Kalau tidak bisa membangun, minimal jangan merubuhkan. Kalau tidak bisa memberi solusi, minimal jangan menambah masalah. Ingatlah, persatuan dan optimisme adalah kunci. Ketika kita kompak, bergerak bersama, dan yakin pada kebaikan yang Allah janjikan, insya Allah, Indonesia akan semakin maju, ekonomi kita akan semakin kokoh, dan keberkahan akan senantiasa menyertai kita. Mari kita tinggalkan sifat pesimis dan nyinyir, mari kita isi hari-hari kita dengan rasa syukur, harapan, dan karya yang bermanfaat. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →